FANDOM


Ganes Thiar Santosa lahir di Tangerang, Banten. Talenta menggambarnya sudah menonjol saat di masih menjadi murid di sekolah menengah THHK (Tiong Hoa Hwee Koan).

Ganes muda bahkan diminta untuk menciptakan logo dan merk sebuah restoran kecil dengan upah semangkuk bubur.

Ganes kemudian kuliah di ASRI Jogjakarta, namum karena kesulitan keuangan akhirnya ia harus keluar. Ia kemudian mengikuti kelas melukis dan menjadi asisten pelukis terkenal Indonesia, Lee Man Fong.

Di tahun 1965, Ganes memulai menggambar komik dan menerbitkannya menggunaka nama Ganes TH.

Karya puncaknya adalah dalam penciptaan karakter pendekar silat ternama Si Buta Dari Gua Hantu. Tahun 1969, film layar lebar Si Buta Dari Gua Hantu dibuat dan menjadi film layar lebar silat pertama di Indonesia.

Karya-karya komik Ganes TH terus mendapatkan kesuksesan dengan sudah dijualnya lebih dari satu juta buku hingga kini.

Karya

Periode Pertama
  • 3 pahlawan
  • Api di Hutan Rimba
  • Mang Kiwil
  • Si Letoy
  • Kalijodo
  • pistol emas - serial agen 008
  • operasi 008
  • Detik-detik maut
  • Tangisan di malam kabut - seri agen sidharta
  • Terjebak di pulau hantu - seri agen sidharta
  • Dibawah naungan flamboyan
  • Impian kedua
  • Kunjungan di tengah malam
  • Mutiara dari Tanusa
  • Menjelang Fajar
  • Airmata kekasih
  • Masih ada hari esok
  • Mawar kahyangan
  • Citra
  • Prahara
  • Malam Pengantin
  • Hatinya bermutiara
  • Impian yang hilang
Periode Kedua

Ganes TH dan Ratno Timoer yang memerankan karakter Si Buta dalam film adaptasi Si Buta Dari Gua Hantu.

  • Serial Si Buta dari Goa Hantu
  • "Si Buta Dari Gua Hantu", 128 halaman, 1967
  • "Misteri di Borobudur", 126 halaman, 1967
  • "Banjir Darah di Pantai Sanur", 256 halaman, 1968
  • "Manusia Serigala dari Gunung Tambora", 672 halaman, 1969
  • "Prahara di Bukit Tandus", 111 halaman, 1969
  • "Badai Teluk Bone", 453 halaman, 1972
  • "Sorga yang Hilang", 506 halaman, 1974
  • "Prahara di Donggala", 633 halaman, 1975
  • "Perjalanan ke Neraka", 433 halaman, 1976
  • "Si Buta Kontra Si Buta", 32 halaman, 1978
  • "Kabut Tinombala", 480 halaman, 1978
  • "Tragedi Larantuka", 480 halaman, 1979
  • "Pengantin Kelana", 480 halaman, 1981
  • "Misteri Air Mata Duyung", 400 halaman, 1984
  • "Neraka Perut Bumi", 400 halaman, 1986
  • "Bangkitnya Si Mata Malaikat", 416 halaman, 1987 - diadaptasi menjadi film layar lebar berjudul sama (1988)
  • "Pamungkas Asmara", 480 halaman, 1987
  • "Iblis Pulau Rakata", 480 halaman, 1988
  • "Manusia Kelelawar dari Karang Hantu", 480 halaman, 1988
  • "Mawar Berbisa", 320 halaman, 1989
  • "Asmara Darah", 96 halaman
Serial Reo Manusia Serigala
  • Neraka Hijau
  • Komodo
  • Hantu Kawah Rinjani
  • Zomba
  • Serigala Hantu
  • Mayat Cemburu (belum diterbitkan)
Non seri
  • Djampang Jago Betawi
  • Runtuhnya Siluman Serigala Putih
  • Bisikan iblis
  • Pendekar Selebor
  • Api di langit Kulon (sequel ke 2 dari pendekar selebor)
  • Taufan
  • Petualang
  • Tuan Tanah Kedawung (quadralogy)
  • Tjisadane (quadralogy)
  • Krakatau (quadralogy)
  • Nilam Kesumah (quadralogy)
  • Cobra
  • Komodo menteror ibu kota
  • Sepasang Merpati kota inten
  • Tembok besar
  • Yang Hsiang yang perkasa
  • Teratai Kumala
  • Pencuri dari kin kiang
  • Keris Pusaka ratu kidul
Terbit di media lain
  • Prahara di bukit tandus - majalah eres
  • Petualang - Majalah Hai
  • Serigala kota Inten - Majalah Hai
  • Asmara Darah - Majalah Ria Film
  • Hukum Karma - Majalah Ria Film
  • Hantu gunung gede - Majalah anak-anak AMI
  • Sorta, pengelana buta - Majalah anak-anak Kawanku
  • Manusia Kelelawar - Majalah remaja Della
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.