FANDOM


Tautan ke halaman Mandala lainnya
Golok Setan (Internasional: The Devil's Sword) adalah sebuah film aksi laga dewasa tahun 1983 dari Indonesia yang disutradarai oleh Ratno Timoer. Cerita dalam film ini dibuat secara lepas berdasarkan edisi pertama dari serial komik Mandala yang ditulis oleh Man dengan judul yang sama. Film ini dibintangi oleh dua aktor laga kawakan kala itu, yaitu Barry Prima yang sangat terkenal setelah perannya dalam Jaka Sembung Sang Penakluk (1982), bersama dengan Advent Bangun yang kerap memainkan tokoh antagonis dalam film laga.

Golok Setan menjadi terkenal dan mendapat status kultus karena merupakan perpaduan antara banyak ragam film. Elemen film aksi dan film laga sangat sarat dalam film ini, dengan dibalut elemen fantasi, horor, petualangan, bahkan elemen erotis dan seksual. Film ini juga dirilis di berbagai negara lain, dirilis dalam berbagai format seperti VHS dan kemudian DVD di berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Eropa. Versi barunya yang telah mengalami perbaikan kualitas namun hanya dalam percakapan bahasa Inggris diterbitkan oleh penerbit film kultus Mondo Macabro dari Britania Raya pada tahun 2008. Versi ini disertai dengan fitur bonus berupa wawancara dengan para tokoh di balik layar, seperti Imam Tantowi dan El Badrun.

Sinopsis

Pernikahan Pitaloka dan Sanjaya terpaksa gagal. Karena Sanjaya diculik oleh Banyujaga untuk siserahkan kepada Ratu Siluman Buaya untuk dijadikan “Gundik”. Mandala pun tidak berhasil mencegahnya, bahkan Barada, ayah Pitaloka bersama pengikut-pengikutnya tewas ditangan Banyujaga. Pitaloka amat dendam dan bersumpah akan mendapatkan kembali calon suaminya. Ia minta bantuan pada Mandala mengantarkannya ketempat Ratu Siluman Buaya, untuk membuat perhitungan. Mandala merasa simpati dan bersedia menolong Pitaloka. Namun ia harus menyelesaikan urusannya terlebih dahulu mencari Golok Setan. Gurunya Abirawa memerintahkan demikian. 

Abirawa sendiri saat itu telah cacat karena kedua kakinya terpaksa dipotong oleh Mandala akibat terkena racun ular berbisa ketika bertempur melawan si Nenek Cambuk Bermata Seribu – Si Gelang-Gelang Sakti dan Siluman Ular Merah dibantu oleh Banyujaga kakak seperguruan Mandala yang membelot pada golongan hitam untuk mendapatkan informasi dimana disimpannya Golok Setan. Senjata ampuh dan sakti itu kini tersimpan disebuah gua di Bukit Dewa Pedang. Lewat peta yang diberikan Abirawa. Mandala berhasil sampai ketempat itu, bersama Pitaloka. Namun sebelumnya keempat pendekar hitam sebelumnya telah sampai terlebih dulu. Namun karena keserakahan mereka akhirnya mereka saling membunuh. Untuk mendapatkan senjata tersebut. 

Banyujaga keluar sebagai pemenang, namun gagal masuk Goa karena tidak mampu menundukkan makhluk raksasa penjaga goa. Mandala kemudian berhasil mendapatkan senjata warisan Eyang Jayalaksana, Empu pembuat senjata dari logam meteor yang langka. Dengan susah payah dan mempertaruhkan nyawa, Banyujaga berusaha merampasnya namun Mandala berhasil menipunya. 

Banyujaga melaporkan kegagalannya kepada Sang Ratu Siluman. Akibatnya ia dihukum dan tewas, masuk dalam kobaran api. Sang Ratu Siluman jelmaan buaya putih itu sesungguhnya sudah berusia ratusan tahun, tapi ia dapat bertahan awet muda dan cantik serta memerintah kerajaan dengan kejam. Ini dapat terjadi karena mendapatkan sari muda lewat pemuda-pemuda tampan yang didapatnya dari persembahan korban para penduduk kampung, atau menculiknya kalau orang kampung membangkang seperti nasib Sanjaya yang kini menjadi pemuas birahi sang Ratu. Beberapa pemuda yang bernasib sama juga terperangkap disana. 

Mandala dan Pitaloka berhasil masuk istana Kristal Sang Ratu. Maka terjadilah prahara, setelah bebas dri pengaruh sihir Ratu, Mandala mengamuk dan menghancurkan seluruh Goa kerajaan Siluman itu dan berhasil membebaskan Sanjaya. Dan Ratu sendiri terpaksa kembali keasalnya berkat kesaktian Golok Setan. Maka seluruh kerajaan itu hancur dan tenggelam ke dasar bumi untuk selamanya. Sanjaya kembali kepelukan Pitalpka dan Mandala melanjutkan perjalanannya menumpas setiap kejahatan yang dilakukan oleh golongan hitam keseluruh jagat raya bersenjatakan “ Golok Setan “

Pemeran

Catatan produksi

Penataan efek khusus dalam film ini dikerjakan oleh ahli efek khusus kawakan El Badrun yang juga sering menunjukkan kekreatifannya dalam film-film Imam Tantowi dan Ratno Timoer yang lain. dari Britania Raya pada tahun 2008. Dalam fitur bonus wawancara dalam rilis DVD versi Mondo Macabro, Imam Tantowi bercerita bahwa tema cerita tentang pedang sakti yang ditempa dari batu meteorit dalam film ini ditulis berdasarkan legenda keris pusaka raja-raja Jawa yang dibuat dari batu yang jatuh dari luar angkasa dan dianggap sakti.

Versi luar negeri

Golok Setan dirilis di negara lain dengan judul-judul lain, seperti:

  • "The Devil's Sword", judul rilis internasional dan juga di Filipina.
  • "Koral le justicier" atau "Le justicier contre la reine des crocodiles " di Prancis
  • "To spathi tou diavolou" di Yunani
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.