Setelah gagalnya hubungan percintaannya dengan Minarti seperti yang dikisahkan buku 1 : Gundala: Putra Petir, Sancaka bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Ҫakti.

Pada pertemuan pertama dengan Ҫakti , Sancaka mengantarkannya pulang ke rumah, karena di saat itu ada berita mengenai penyerangan manusia oleh kucing dan tikus, sehingga membuat Ҫakti takut.

Ketika tiba di rumah, ternyata kakak Ҫakti sedang diserang oleh kucing dan tikus tersebut. Serta merta Gundala menolong dan berhasil mengusir kucing dan tikus ganas tersebut. Setelah itu Gundala kembali bertukar peran dengan Sancaka dan masuk ke dalam rumah.

Surya, kakak Ҫakti adalah seorang profesor yang sedang melakukan penelitian terhadap serum tak kasatmata, namun masih belum sukses.

Setelah kejadian tersebut Sancaka sering bertandang bertemu dengan Ҫakti. Seiring waktu hubungan mereka sudah terasa serius dan Sancaka berniat menyatakan isi hatinya, namun tiba-tiba ada sekelompok orang yang hendak menculik Surya, namun berhasil digagalkan oleh Gundala. Ҫakti bersyukur dengan kehadiran Gundala, sehingga timbul rasa kesalnya terhadap Sancaka yang baru muncul setelah kondisi aman.

Hingga pada suatu waktu beberapa orang berhasil menculik Surya, sementara Gundala datang terlambat dan hanya menjumpai Ҫakti yang tersungkur dipukul oleh salah seorang penculik. Karena kejadian tersebut perasaan suka Ҫakti terhadap Sancaka terkikis sedikit demi sedikit, dan beralih jadi mejadi menyukai Gundala.

Surya yang sudah siuman, mendapati dirinya di dalam sebuah ruangan seperti penjara, dan di hadapannya berdiri seseorang yang memperkenalkan dirinya bernama Irphan. Dan profesor Irphan meminta berkas penelitian Surya, yang ditolak mentah-mentah olehnya.

Karena selalu menolak untuk diajak kerja sama, maka Irphan memaksa Surya dengan cara menculik Ҫakti. Namun orang suruhannya gagal karena dihalangi oleh Gundala.

Rencana profesor Irphan menculik Ҫakti diketahui oleh gerombolan Telapak Iblis yang diketuai oleh Ginto. Dan Kemudian gerombolan ini berhasil menculik Ҫakti mendahului gerombolan profesor Irphan.

Telapak Iblis kemudian mencoba membarter Ҫakti. Tapi sebelumnya Gundala berhasil membebaskan Ҫakti. Mengetahui Ҫakti sudah tidak ada, Ginto coba menipu profesor Irphan. Sehingga berujung baku tembak antara dua gerombolan tersebut sampai polisi datang.

Mengetahui kedatangan polisi, profesor Irphan dan anak buahnya melarikan diri, Namun Ginto dan anak buahnya yang tidak mengetahui kedatangan polisi, akhirnya dibekuk oleh petugas.

Setelah itu ternyata gerombolan profesor Irphan bisa mencuik Ҫakti. Gundala yang datang, langsung membuntuti ke markas Irphan.

Di markasnya, profesor Irphan menunjukkan hasil karyanya kepada Surya berupa laskar tikus, kucing, dan anjing. Tapi Surya tetap menolak bekerja sama. Namun diancam menggunakan keselamatan Ҫakti. Disaat itulah Gundala menerjang masuk.

Setelah berhasil mengahlakah semua anak buah Irphan, Gundala berhadapan dengan Irphan yang sudah menggunakan serum tak kasat mata. Rupanya karena serum tersebut belum sempurna, terjadi mutasi yang mengerikan pada Irphan dan Gundala berhasil mengalahan monster Irphan.

Sementara gedung semakin luas terbakar, tapi Ҫakti dan Surya yang sudah berhasil keluar tidak melihat Gundala sukses keluar gedung. Tanpa diketahui ternyata Gundala sudah berada di luar gedung dan terhenyak melihat bahwa Ҫakti menangisi Gundala yang tak kunjung keluar. Merasa kalah bersaing dengan Gundala, Sancaka akhirnya memilih mundur dari hubungannya dengan Ҫakti.

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.