Tautan ke halaman Gundala lainnya

Pada 2017, diumumkan bahwa sutradara Joko Anwar akan menyutradarai Film Gundala terbaru dengan pemeran Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Tara Basro, dan Rio Dewanto. Pengambilan gambar untuk keperluan film ini dilakukan mulai September-Oktober 2018 dan dirilis pada 29 Agustus 2019.

Film ini diproduksi oleh Screenplay Films, Legacy Pictures bersama pemilik hak cipta Gundala, Bumilangit Studios. Film tersebut berdasarkan pada cerita karakter pahlawan super Indonesia tahun 1969 Gundala yang dibuat oleh Harya Suraminata. Karakter utamanya sendiri diperankan oleh Abimana Aryasatya.

Sinopsis

"Kalau kita diam saja melihat ketidakadilan di depan kita, maka kita bukan manusia lagi" ― Sancaka

Sancaka (Muzakki Ramdhan) adalah putra seorang pekerja pabrik miskin yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sancaka yang masih muda itu menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan dalam mengutak-atik produk listrik tetapi takut dengan petir dan badai. Ayah Sancaka (Rio Dewanto) memimpin rekan-rekan buruh pabriknya dalam sebuah protes terhadap pemilik pabrik, menuntut kenaikan gaji. Kelompok itu bertemu dengan penjaga bersenjata yang disewa oleh pemilik dan berubah menjadi kekerasan. Pada protes kedua, ayah Sancaka dikhianati dan ditikam oleh rekan-rekannya yang telah disuap oleh pemilik pabrik dan meninggal di lengan Sancaka. Setahun kemudian, ibu Sancaka (Marissa Anita) pergi ke kota lain untuk mencari pekerjaan. Dia berjanji untuk kembali keesokan harinya, tetapi tidak pernah kembali.

Peristiwa ini membuat Sancaka berkeliaran sendirian di jalan-jalan Jakarta, hidup dari mengamen dan menghindari para preman jalanan sampai ia diselamatkan oleh Awang (Faris Fadjar Munggaran), seorang anak jalanan yang lebih tua darinya. Sancaka tinggal bersama Awang untuk beberapa waktu, lalu ia dilatih oleh Awang untuk membela diri dan untuk tidak ikut campur dengan urusan orang lain jika dia ingin tetap hidup aman di jalanan. Suatu malam, Sancaka dan Awang berencana untuk berangkat ke Tenggara dengan menaiki kereta yang lewat. Ketika akhirnya ada kereta lewat, Awang melompat ke atasnya, tetapi Sancaka tidak dapat mengejar keretanya, dan berakhir ditinggal sendirian lagi. Tahun demi tahun berlalu, dan Sancaka (Abimana Aryasatya) yang sekarang sudah dewasa dimulailah perjalan sang Gundala

Pemeran

  • Abimana Aryasatya sebagai Sancaka/Gundala
  • Muzakki Ramdhan sebagai Sancaka Muda
  • Tara Basro sebagai Wulan/Merpati
  • Bront Palarae sebagai Pengkor
  • Ario Bayu sebagai Ghani Zulham/Ghazul
  • Cecep Arif Rahman sebagai Swara Batin/Sang Penari
  • Marissa Anita sebagai Kurniati Dewi
  • Rio Dewanto sebagai Ayah Sancaka
  • Faris Fadjar Munggaran sebagai Awang
  • Pritt Timothy sebagai Agung
  • Zidni Hakim sebagai Dirga Utama
  • Aqi Singgih sebagai Ganda Hamdan
  • Kelly Tandiono sebagai Mutiara Jenar/Sang Peraga
  • Hannah Al Rashid sebagai Cantika/Sang Perawat
  • Asmara Abigail sebagai Desti Nikita/Sang Pelajar
  • Putri Ayudya sebagai Indira Rahayu
  • Tanta Ginting sebagai Ito Marbun
  • Indra Brasco sebagai Rudi Santosa
  • Dimas Danang sebagai Hasbi
  • Lukman Sardi sebagai Ridwan Bahri
  • Arswendy Bening Swara sebagai Ferry Dani
  • Willem Bevers sebagai Prakoso
  • Cornelio Sunny sebagai Kanigara/Sang Pelukis
  • Rendra Bagus Pamungkas sebagai Adi Sulaiman/Sang Penggubah
  • Andrew Suleiman sebagai Jack Mandagi/Sang Peracik
  • Donny Alamsyah sebagai Fadli Aziz
  • Daniel Adnan sebagai Tanto Ginanjar/Sang Penempa
  • Ari Tulang sebagai Kamal Atmaja/Sang Pembisik
  • Sujiwo Tejo sebagai Ki Wilawuk
  • Aming Sugandhi sebagai Sam Buadi/Sang Pemahat
  • Bimasena Prisai Susilo sebagai Teddy
  • Abirama Putra Andresta sebagai Sadha
  • Makayla Rose Hilli sebagai Sasha
  • Della Dartyan sebagai Istri Teman Ayah Sancaka
  • Imansyah Lubis sebagai Anggota Dewan Legislatif
  • Pevita Pearce sebagai Nani Wijaya/Sri Asih


Produksi

Pengembangan

Keterlibatan Joko Anwar sebagai sutradara film ini bermula dari sebuah status yang diunggah Joko di Instagram pada 18 Januari 2018 yang menampilkan gambar sayap perak. Kemudian pada 4 April 2018, Joko Anwar diumumkan sebagai penulis dan sutradara untuk film tersebut.

Joko Anwar mengakui bahwa proses penulisan naskah film Gundala adalah pekerjaan tersulit selama karirnya. Dia biasanya menghabiskan 1-2 bulan untuk proses penulisan naskah, tetapi akhirnya menghabiskan 7 bulan untuk proyek ini. Menafsirkan kembali asal mula dari komiknya tahun 1969, ia menyusun ulang cerita itu dengan cara yang dapat menarik kaum milenial dan centenial. Komik dan catatan Hasmi tentang Gundala membantunya menulis naskah. Film ini menghabiskan dana sebesar Rp30 miliar.

Praproduksi

Joko Anwar merasa bahwa Abimana Aryasatya adalah aktor yang sempurna untuk memerankan Sancaka alias Gundala karena auranya yang lemah lembut namun kuat. Setelah beberapa upaya, Joko berhasil meyakinkan Abimana dan akhirnya ia pun menerima tawaran itu. Sebelumnya Joko menjanjikan akan ada pemeran kejutan yang diumumkan.

Kostum Gundala adalah upaya kerja tim antara Iwan Nazif (Bumilangit Creative Engine) dan Chris Lie (Caravan Studio). Produksi tersebut ditangani oleh Quantum Creations FX yang berbasis di Los Angeles, yang menggarap Daredevil, Watchmen, Supergirl, The Hunger Games, Star Trek, dan Iron Man.

Pembuatan film

Produksi film ini melibatkan 1.800 pemain dan pengambilan gambar dilakukan di 70 lokasi yang berbeda di Indonesia. Penggarapan film ini memakan waktu hingga dua tahun. Selama produksi film, Joko melarang semua pemain untuk menonton film lain untuk dijadikan rujukan bagi film ini. Dalam menulis film, Joko sempat merasa sulit saat mencari tempat yang selesa untuk menulis sebelum akhirnya berhasil menemukan tempat yang dicari yaitu museum dan kuburan.

Pascaproduksi

Pascaproduksi dimulai pada November 2018 dan selesai sekitar Juni 2019. Film Gundala melibatkan banyak pekerja film di Indonesia, salah satunya adalah Khikmawan Santosa. Gundala adalah salah satu proyek terakhirnya sebelum ia meninggal pada 11 Mei 2019.

Lagu pengiring

Salah satu soundtrack yang melengkapi film ini adalah lagu 1962 The End of the World oleh Skeeter Davis. Tim produksi setuju bahwa lirik mewakili tema utama film; ketika banyak orang di suatu negara tidak menegakkan keadilan, mereka akan menuju akhir dunia. Warner Music Indonesia menerbitkan album jalur suara berisi sembilan lagu yang terpilih dari sekitar tiga ratus lagu yang didaftarkan lewat tagar #GundalaSongTribute.

Pemasaran

Video tampilan pertama film Gundala ditampilkan di Indonesia Comic Con pada 28 Oktober 2018. Teaser pertama dirilis di akun YouTube resmi Screenplay Films pada 12 April 2019. Sebulan kemudian, poster resmi tersebut terungkap pada 28 Mei 2019.

Untuk meningkatkan kesadaran publik tentang film Gundala, M&C! dan penerbit Koloni akan menerbitkan dua jenis komik Gundala, versi remastering dari komik klasik Gundala (diterbitkan pada Juli 2019) dan adaptasi komik Gundala dari kisah yang disampaikan dalam film (diterbitkan pada Agustus 2019).

Komik remastering

Versi remastering menargetkan penggemar komik Gundala asli pada tahun 1970-an dan 1980-an dan kolektor komik sekolah tua Indonesia.

Komik adaptasi 

Sedangkan Gundala: Movie Adaptation merupakan komik yang berlatar saat dan setelah / sebelum peristiwa di film, komik ini menampilkan adegan yang tidak ada di filmnya dan menargetkan generasi milenium Indonesia yang tidak mengetahui karakter Gundala sebelumnya.

Komik SetripGundala Movie Adaptation.jpg


Komik Gundala juga akan tersedia dalam bentuk digital di Line Webtoon, menargetkan remaja Indonesia yang sering mengakses platform. Koloni, bersama dengan Gramedia Pustaka Utama dan Bumilangit, juga akan mengadakan beberapa roadshow di seluruh Indonesia. Roadshow film Gundala dimulai pada 15 Juni 2019 di Jakarta. Dilaporkan pembelian tiket awal untuk bioskop yang didukung format suara Dolby Atmos sudah laris manis dibeli penonton.

Memanfaatkan penayangan Gundala dan Twivortiare, Twitter memasang emoji di sebelah tagar berkaitan dengan dua film itu. Tagar #Gundala sendiri menempati peringkat kelima topik terhangat Twitter Indonesia.

Penayangan

Gundala ditayangkan di bioskop pada 29 Agustus 2019, bersamaan dengan Twivortiare. Film ini juga ditayangkan di bagian Midnight Madness di Festival Film Internasional Toronto 2019. Lembaga Sensor Film mengklasifikasikan film ini sebagai 13+. Film ini adalah film pertama Indonesia yang menggunakan tata suara Dolby Atmos.

Pada hari pertama, film ini ditonton 174.013 orang. Pada hari kedua, film ini ditonton 312.776 orang. Pada hari ketiga, film ini ditonton 512.566 orang.

Sekuel

Sebagai film pertama dari Jagat Sinema Bumilangit, Gundala akan diteruskan oleh Sri Asih.

Cerita origins story nya Gundala selalu melibatkan sebuah serum :

  1. Serum anti petir (komik 1969)
  2. Serum anti morfin (film 1981)
  3. Serum ramuan ragabaja (webtoon 2019)
  4. Serum amoral (film Gundala 2019)

Penghargaan

Nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2019

  1. Kategori Pemeran Utama Terbaik: Abimana Aryasatya
  2. Kategori Penata Busana Terbaik: Isabelle Patrice
  3. Kategori Penata Rias Terbaik: Darwyn Tse
  4. Kategori Penata Suara Terbaik: Khikmawan Santosa, Anhar Moha
  5. Kategori Penata Musik Terbaik: Aghi Narottama, Bemby Gusti, Tony Merle
  6. Kategori Penata Efek Visual Terbaik: Abby Eldipie
  7. Kategori Pengarah Artistik Terbaik: Wencislaus de Rozari
  8. Kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Joko Anwar
  9. kategori Pengarah Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung

Indonesia Box Office Movie Awards

Film Gundala terpilih menjadi salah satu nominasi dalam ajang Indonesia Box Office Movie Awards (IBOMA). Ajang penghargaan tersebut diberikan oleh Surya Citra Media (SCM) dengan gagasan dari Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) sebagai ajang tahunan bergengsi bagi para insan perfilman Indonesia yang diselenggarakan oleh stasiun televisi SCTV,5 NOMINASI di Ajang Penghargaan IBOMA 2020 :

  1. Kategori Aktor Utama Terbaik: Abimana Aryasatya
  2. Kategori Aktor Pendukung Terbaik: Bront Palarae & Muzakki Ramdhan
  3. Kategori Aktor Pendatang Baru Terbaik: Faris Fadjar
  4. Kategori Poster Film Terbaik
  5. Kategori Trailer Film Terbaik

Piala Maya

Film Gundala kita berhasil mendapatkan penghargaan Piala Maya dalam kategori Tata Musik, Tata Suara, dan Aktor/Aktris Cilik/Remaja Terpilih untuk  Muzakki Ramdhan.

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.