Bumilangit Wiki
Advertisement
Bumilangit Wiki
Tautan ke halaman Mandala lainnya

Quote1.png Bukan seberapa besar kekuatan yang kau miliki tapi bagaimana cara mengendalikan dirimuQuote2.png
― Mandala[src]

Mandala, seorang anak kecil yang mempunyai darah siluman, dia hidup bersama dengan kakeknya yaitu seorang pendekar legendaris bernama Ki Suta.

Suatu malam, beberapa orang menyelinap ke gua tempat dimana Mandala dan Ki Suta tinggal. Saat itu, Mandala sedang tertidur. Dia adalah anak yang tak biasa sehingga diincar banyak orang.

Kupu2 Berbisa.jpg

Malam itu, seorang pendekar bernama Kupu-kupu Berbisa tiba tiba menyerang anak buah pendekar bernama Golok Cagak yang sama sama mengincar Mandala,

dia menyerang dengan kepingan koinnya hingga menembus tenggorokan, hingga tiga orang anak buah Golok Cagak tergeletak.

Golok Cagak menantangnya untuk menghadapinya secara langsung, pertarungan itu cukup bising untuk membuat Ki Suta sadar kalau ada keributan diluar dan dia pun mendatanginya.

Golok Cagak.jpg

Setelah duel antara Kupu-Kupu Berbisa dan Golok Cagak dihentikan oleh Ki Suta, spontan anak buah dari Golok Cagak menampakan diri dan langsung menyerangnya.

Ki Suta menyuruh Mandala untuk segera bergegas pergi, namun tiba tiba datang seseorang berlengan satu, ia adalah Batara, pamannya sendiri. Namun, setelah Ki Suta berhasil selamat dari penyerangan itu, Batara langsung pergi dan mengantarkan kembali Mandala kepada Ki Suta.

5 Tahun Kemudian

Beberapa tahun lalu, seseorang menawarkan 50 keping emas bagi siapa saja yang dapat membawa Mandala ke hadapannya. Dan salah satu syaratnya adalah membawa Mandala ke arena turnamen bernama Pertarungan Laga Jawara, turnamen yang memperebutkan Golok Setan sebagai hadiahnya

Pertarungan Laga Jawara adalah ajang perkumpulan pendekar dari berbagai perguruan untuk menentukan siapa yang berhak menguasai Golok Setan. Sebuah pusaka dengan material yang istimewa dibuat oleh dua empu dengan kesaktian luar biasa. Ketua perguruan yang dianggap sebagai yang terkuat diantara kelompoknya akan menjadi jawara yang bertarung di arena. Tapi jika merasa sanggup, siapapun boleh mengajukan diri untuk bertarung di arena laga jawara untuk memperebutkan golok setan, golok sakti incaran para pendekar.

Ki Suta.jpg

Ketika Mandala dan Ki Suta sedang di pasar, Ki Suta mempergoki seorang wanita yang dirasa dikenalnya, wanita itu enggan membayar makanan yang dijual oleh pedagang yang merupakan wanita tua, wanita tua itu marah dan membuat sedikit keributan dengan wanita yang dicurigai itu. Ki Suta melepaskan kain penutup wajahnya karena curiga dan penasaran, tapi wanita itu mengelak dan langsung melarikan diri. Disaat itu juga Mandala diculik oleh seseorang.

Ki Suta mencari cari dia dan mencoba menanyai orang sekitar. Ternyata Mandala diculik oleh orang yang dulu sekitar 5 tahun yang lalu berniat akan menculiknya.

Tak jauh dari tempat keberadaan Mandala, Ki Suta sedang menyusuri mereka di sebuah sungai. Selagi Ki Suta dalam perjalanan mencari Mandala, turnamen pertarungan laga jawara pun dimulai.

Mandala yang terperangkap dalam bungkus, berhasil kabur dengan cara memberontak dari bungkusnya sehingga jatuh dan merobek bungkusan yang menjeratnya. Dia melempari batu yang cukup untuk membuat penculiknya berdarah. Ketika Mandala berhasil kabur, Ki Suta muncul dan berniat menyelamatkannya.

Ki Suta mengira bahwa Mandala ada dalam bungkusan yang mereka bawa sehingga ia meminta penculik itu melepaskannya, namun ternyata ketika bungkusan itu terbuka hanya berisi senjata. Tentu saja, Mandala sudah kabur terlebih dahulu sebelum Ki Suta Muncul.

Mat Bendi.jpg

Ki Suta terpaksa melawan Mat Bendi dan teman temannya, sementara itu, Mandala berlarian dikejar kejar oleh orang yang menculiknya. Mandala berlari kearah arena pertarungan laga jawara, ia pun tertangkap dan gerombolan penculik itu pun merasa tak perlu susah susah karena arena turnamen adalah tempat tujuan akan kemana dibawanya Mandala.

Ketika Keris Nanggala dan pendekar wanita berjulukan Selendang Biru bertarung, Giri, seorang pendekar dan dalang dibalik penculikan Mandala tiba tiba turun ke arena dengan membawa senjatanya, dia merecoki pertempuran mereka dengan suara yang berasal dari senjatanya yang sangat mengganggu.

Dia berhasil membuat Ki Suta merasa terganggu dan membuatnya turun tangan, karena itulah tujuannya. Sejak dulu ia sengaja berniat menculik Mandala dengan cara membuat sayembara kepada para pendekar jahat untuk memancing Ki Suta untuk keluar.

Giri diduga adalah mantan murid dari Ki Suta sekaligus menjadi musuh dari Ki Suta yang diketahui berniat mengajaknya bertarung satu lawan satu namun diduga Ki Suta tak bersedia meladeninya bertarung kalau mengharuskan salah satu diantaranya mati sehingga ia selalu menghindar dan terkesan bersembunyi.

Giri.jpg

Sebelumnya, Giri pernah bertarung dengan Ki Suta, namun ia rasa pertarungannya belum selesai karena salah satu diantara mereka belum ada yang mati. Itu adalah salah satu pandangan seorang pendekar di zaman dahulu. Dikalahkan tanpa kematian merupakan ketidakhormat-an baginya. Giri memanfaatkan Mandala untuk memancing Ki Suta agar mau bertarung dengannya.

Ketika Ki Suta sedang bertarung, Mandala mencoba melawan dan gerombolan anak buah Giri mencoba untuk menyerang Mandala. Giri dan Ki Suta sedang bertarung, namun dia mengalihkan perhatiannya untuk menyerang Mandala.

Saat Giri akan menerjang Mandala, Ki Suta menghadangnya, namun naas salah satu tangannya terpotong oleh senjata andalan Giri. Ki Suta mulai mengerahkan tenaganya untuk tak bermain main, dia berhasil memecahkan salah satu senjata andalan Giri.

Batara.jpg

Ketika Giri terpojok, tiba tiba busur panah menancap di punggung Ki Suta, ia ditembaki pemanah oleh orang orang yang diduga anak buah Giri, ia mulai melemas dan menyuruh Mandala untuk segera pergi karena para pemanah juga mengarahkan tembakan kepadanya, Ki Suta menyuruh Mandala untuk mencari pamannya yaitu Batara.

Ki Suta mati di tempat itu, Mandala berkaca kaca sembari ketakutan dan ia pun berlari diiringi busur panah yang mulai berterbangan ke arahnya. 

Catatan:

  • Komik "Mandala: Golok Setan" adalah komik yang menceritakan origin Mandala versi Revolusi, ini bisa diketahui dari logo yang terpampang jelas di komiknya.
  • Jagat Revolusi dan Jagat Pusaka adalah hal yang berbeda, tentu saja origin dari Mandala di Pusaka dan Revolusi jauh berbeda satu sama lain.
Advertisement