FANDOM


Tautan ke halaman Merpati lainnya
Wulan (Merpati) memimpin sekelompok pedagang pasar pemberontak melawan para penjahat yang menggangu mereka. Pada saat satu kejadian, Sancaka kebetulan berada di sekitarnya dan akhirnya bertarung dan mengalahkan 30 dari mereka dengan kekuatannya. Wulan meminta Sancaka bergabung dengan kelompoknya untuk mempertahankan pasar, tetapi Sancakamenolak, dengan alasan bahwa ia belum yakin bahwa dia adalah pahlawan yang mereka butuhkan.

Para preman membalas dengan membakar pasar. Kesengsaraan dan keputusasaan para pedagang pasar meyakinkan Sancaka untuk bangkit membela mereka. Dengan bantuan Wulan, Tedy (adik lelaki Wulan), dan Pak Agung / teman sesama penjaga keamanan, Sancaka belajar mengendalikan kekuatannya dan menciptakan kostum darurat untuk memanfaatkan kekuatan petir di dalam dirinya. Dengan itu, Sancaka mulai bertarung dan mengalahkan para penjahat, menginspirasi orang-orang sebagai simbol harapan untuk bangkit dan berdiri bersama untuk mempertahankan diri dari serangan para penjahat.

Salah satu preman membelot dan memberi tahu Sancaka dan Wulan bahwa mereka menyaksikan seorang pemain biola terkenal, Adi Sulaiman (Rendra Bagus), di pasar pada malam pembakaran, mencurigai dia sebagai orang yang menyalakan api. Sancaka menemui Adi untuk menuntut alasan mengapa ia membakar pasar, tetapi Adi yang tampaknya lemah ternyata adalah seorang yang beringas dan menyerang Sancaka dengan busur biolanya, mengungkapkan dirinya sebagai salah satu "anak" yatim piatu Pengkor. Saat menghindari serangan Sancaka, Adi dipukul dan ditabrak oleh bus yang lewat.

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.