Tautan ke halaman Sancaka lainnya


Quote1.png Benar-benar sinting Kaisar ini ...Quote2.png
― Sancaka[src]

Kisah berawal saat seorang Peneliti bernama Sancaka sedang berbincang dengan kekasihnya bernama Minarti yang merasa kecewa karena sering diabaikan oleh Sancaka. Dengan serius Sancaka berusaha meyakinkan pentingnya percobaannya Serum Anti Petir (Serum Anoda Anti Petir), demi kehidupan banyak orang, namun Minarti hanya mau memberikan 1 kesempatan saja, yaitu saat ulang tahunnya. Maka Sancaka berjanji untuk datang besok sore pukul setengah delapan malam guna menghadiri pesta ulang tahun Minarti.

Keesokan harinya, Sancaka kembali melanjutkan eksperimennya yang nyaris selesai. Namun saat ia berhasil dalam percobaannya, Minarti datang dan mengakhiri hubungannya dengan Sancaka karena merasa dikecewakan kembali. Peristiwa itu membuat Sancaka merasa marah dan pergi keluar rumah walaupun hujan deras sedang turun. Tiba-tiba petir menyambar tubuhnya dan Sancaka-pun pingsan.

Saat sadar, Sancaka berada di Istana Raja Petir yang selama ini mengamatinya karena hasil penelitiannya. Karena sang Raja sangat mengagumi Sancaka, maka ia meminta Sancaka untuk mau menjadi Panglima Perangnya melawan Raja Mega. Untuk itu, sang Raja, Kaisar Kronz, memberi Sancaka sebuah Kalung yang didalamnya tersimpan kostum Hitam yang dibuat dari material khusus yang bekerja berdasarkan perasaan Sancaka. Dan kostum tersebut dipersenjatai dengan sepasang sarung tangan yang mampu mengeluarkan Halilintar dengan kekuatan yang bisa diatur sesuai keinginan pemakai.

Komik Setrip Gundala.jpg

Dengan bekal tersebut, Sancaka harus menghadapi Jenderal Perang kerajaan Petir disebuah arena untuk memutuskan apa ia pantas menyandang gelar Panglima. Dengan susah payah, Sancaka berhasil memenangkan pertempuran dan diangkat anak oleh Kaisar Kronz serta diberi nama GUNDALA Putra Petir.

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.